Happy Customers, Happy PopinPly

 

“A gift from Popinply made my day and bring smiles to family” Popinply’s customer.

 

Adalah sebuah kebahagiaan tersendiri ketika karya kita diapresiasi bahkan hingga menginspirasi banyak orang. Hal tersebut pula yang mendorong PopinPly, sebuah online shop yang menjual berbagai macam pernak – pernik hasil kreasi lasercut untuk terus mengeksplor dan berkembang hingga saat ini.

 

“PopinPly lahir dari antusias para customer dan terus berkembang karena dukungan dari para customers” kata Adela Saputra, sang pemilik. Berangkat dari bakatnya dalam ilustrasi dan handcrafting, Adela tak menyangka bahwa ilmunya dalam kuliah dan pekerjaannya dulu akan menginspirasinya hingga terbentuknya PopinPly.

 

 

Keisengan saat memasukkan kartu ucapan bikinannya di suatu situs belanja online yang free dan risk- free membuatnya sadar bahwa ternyata tidak perlu membuka toko fisik atau marketing apapun untuk memulai suatu usaha. Cukup memberanikan diri dan boom! Tak disangka hasil karyanya tersebut laku keras di pasaran, dan kini sudah melayani hingga ke berbagai negara.

 

Berani keluar dari zona nyaman dengan berkarya membawa Adela Saputra berada pada posisinya sekarang ini. Mencintai teknik menulis indah atau lettering sejak duduk di bangku SMP, mendorongnya untuk terus mengembangkan bakat yang dimilikinya dan mendalami teknik lettering khususnya brush lettering.

 

Sebagai artist independen yang dulunya bermukim di Australia, Adela menjadi salah satu independent artist yang beruntung karena terpilih untuk dapat membuka stall di Rose St. Market terkenal sebagai batu loncatan untuk para independent artist yang ingin mendapatkan perhatian publik yang lebih luas. Semua proses pemesanan ia kerjakan sendiri mulai dari ide design, pencarian material, proses produksi lasercut bahan untuk packaging dan produk hingga memasarkannya kepada publik. Harga yang ditawarkannya pun tergantung dari tingkat kesulitan dalam proses pembuatan. Semakin sulit design yang diminta, semakin mahal harga yang diberikan.

 

Adela mendapatkan inspirasi dari banyak hal, bahkan, ia menuturkan hampir setiap hari timeline Instagramnya penuh dengan lettering, watercolor illustration dan karya design dari berbagai artists. Tidak heran jika wawasannya cepat bertambah melihat bagaimana sering ia melihat karya – karya orang lain tersebut. Inspirasi lain pun datang dari artist lokal favoritnya seperti Jamal Aziz (@lapantigatiga) untuk lettering, katelittlestore dari Etsy, serta artist lokal Australia, Pangea maps. Menurut Adela, mereka sangat inspiratif, unik dan dapat mengkolaborasikan gambar teknik arsitektur dengan art dan mengubahnya menjadi karya yang cantik untuk dinikmati khalayak umum.

 

 

Kesuksesannya saat ini tidak terlepas dari kendala yang sering dialami di pribadi setiap orang. Susahnya mengatur waktu antara pekerjaan utama dan sampingan membuatnya kewalahan. Bekerja full-time membuat Adela hanya dapat meluangkan waktunya setelah sepulang kerja dan weekend saja. Kendala lainnya datang dari biaya pengiriman luar negeri yang cukup mahal dari Indonesia dibandingkan ketika ia masih menetap di Australia dulu. Mengingat banyaknya konsumen PopinPly yang berasal dari luar negeri membuat Adela harus lebih efektif dalam membungkus setiap karyanya agar biayanya terjangkau.

 

 

Kini, harapan terbesar bagi pemilik PopinPly ini adalah untuk terus berkarya dan berkembang khususnya untuk kreasi lasercutting. Del, panggilan akrab dari pemilik PopinPly ini juga berharap dapat membuat workshop hand lettering bagi para sesama enthusiast.

 

Gimana? Tertarik untuk ikut workshop hand lettering Adela? Who knows you would end up as awesome as her.

 

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

CITA-CITA ISAAC AKHIRNYA LAHIR BERSAMA EP COCOON

EP COCOON yang terdiri dari 4 single lagu ini adalah salah satu cerita bagaimana masing-masing personil Isaac dalam meraih cita-cita mereka dalam hidup. Band yang terdiri dari Marhain Williams (vocal, gitar), Nyoman Agastyasana (gitar), Akbar Prihartama (bass), dan Reinardus Suryandaru (drum) ini baru saja merilis karya mereka beberapa bulan yang lalu. Berikut penjelasan singkat mengenai…
OU Cool

PAMERAN OLEH PENGUNGSI: ‘’BERDIAM ATAU BERTANDING’’

Waktu OU Cool main ke Galeri Nasional beberapa waktu yang lalu, tampak banyak sekali turis asing yang datang silih berganti di salah satu ruang pamer di kompleks itu. Karena penasaran, kami akhirnya membawa OU Cool ke sisi yang ramai itu.   Sebuah judul besar menyambut kami di pintu utama pameran tersebut, ‘’Berdiam atau Bertanding’’. Dari…
OU Cool

ANDRA MATIN: DI BALIK KONSEP KAFE-KAFE MODERN-MINIMALIS

Adem. Begitulah saat kali pertama OU CHILL tiba di Kopi Manyar, Bintaro. Warna dominan yang hangat, didukung dengan desain interior yang serba modern-minimalis, bikin siapa aja yang dateng langsung nyaman tanpa alasan. Kafe ini punya ruang luas di belakang yang sering digunakan untuk galeri pameran karya. Bentuk bangunan yang unik bikin setiap sudut kafe ini…
Uncategorized

MARCHELLA FP: BIAR KARYA YANG NGOMONG SENDIRI

“Nafas sebentar, apa sih yang dikejar?” “Nggak papa, besok kita coba lagi.”   “Tenang, nggak semuanya harus ada jawabannya sekarang”   “Duduk sebentar, biar paham”   “Selalu ada celah, untuk lihat salah”