When Madness Equals Awesomeness

“Have I gone mad?”

“I’m afraid so. You’re entirely bonkers. But I will tell you a secret: All the best people are.”

 

Quotes yang diambil dari Alice in Wonderland ini cukup tepat untuk dikutip saat membicarakan seniman Indonesia yang satu ini. Hana Alfikih yang dikenal dengan nama Hana Madness ini merupakan seniman yang melawan stigma mengenai gangguan kejiwaan melalui seni. Gimana sih cerita lengkapnya? Read on!

Hana mengakui perjalanan hidupnya sejak kecil cukup emosional. Saat duduk di bangku SMP dan SMA ia mendapatkan penanganan yang salah yang malah memperparah kondisinya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan keluarga akan gangguan kejiwaan.

 

Setelah sempat mendapatkan diagnosa berbeda-beda, akhirnya pada tahun 2013 Hana mendapatkan perawatan medis di bangsal psikiatri sebuah rumah sakit di Jakarta. Di sana Hana didiagnosa bipolar disorder dengan gangguan psikotik berupa halusinasi dan delusi. Meskipun begitu, keluarganya masih sempat denial karena secara fisik Hana baik-baik saja.

Pada tahun 2012, Hana pernah diwawancara oleh seorang wartawan koran ternama di Indonesia yang meliputnya ketika sedang memberikan sebuah seminar mengenai seni dan kesehatan jiwa. Berita tersebut mendadak tersebar luas ke seluruh penjuru Indonesia dan hal ini membuat Hana menerima undangan dari banyak stasiun televisi dan majalah yang ingin mengangkat proses perjuangannya dalam menggunakan seni sebagai senjata untuk menjaga kewarasannya.

 

Awalnya Hana dan keluarganya merasa malu karena mereka menganggap ini merupakan hal tabu untuk diceritakan kepada masyarakat. Namun, perlahan-lahan Hana menyadari bahwa ternyata pengalamannya itu memberikan dampak besar terhadap banyak orang di luar sana yang masih berjuang dengan gangguan kejiwaan mereka. Tak hanya untuk penderita, namun juga keluarga atau orang-orang terdekat mereka. Hana pun sekarang sudah semakin menerima keadaannya dan apresiasi yang ia dapatkan dianggap sebagai bonus dari perjuangan yang telah dilaluinya selama ini.

Nama Hana Madness sendiri diambil dari band ska asal UK bernama Madness yang menjadi favorit Hana saat SMA. Karena merasa kata “madness” juga cukup tepat menggambarkan kepribadiannya, sekitar tahun 2010 Hana memilih untuk menggunakan nama Hana Madness sebagai famous name-nya.

Karya-karya Hana semakin dikenal sejak itu. Ia selalu menjadikan gangguan kejiwaannya sebagai sumber inspirasi. Ia pun mengakui untuk setiap karya yang dihasilkannya terdapat proses panjang di baliknya, terutama karya lukis. Awalnya Hana lebih sering berkarya dalam sebuah jurnal hitam-putih. Namun sekarang, ia sangat senang dapat bermain dengan warna cerah dan penuh ekspresi yang menginterpretasikan gejolak kejiwaan yang tumpang tindih yang ia rasakan.

 

Dari gambar-gambar yang telah ia buat, Hana pernah membuat kaos, tas, dan beberapa produk lainnya. Produk-produk ini dijual melalui akun sosial medianya dan sering juga di acara-acara kesenian seperti pameran dan bazaar. Hana juga pernah dan sedang bekerja sama dengan beberapa galeri untuk mempromosikan atau menjual karya lukisnya.

Sebelumnya Hana pernah terlibat dalam In Chains Project dengan seorang seniman asal Inggris, James AKA ‘the vacuum cleaner’. Relasi yang ia jalin dengan James sangat baik dan ia pun bersyukur telah dipertemukan dengan banyak kesempatan bagus yang tentu saja akan membuka peluangnya untuk bisa berkolaborasi dengan seniman-seniman di tingkat internasional lainnya. Bahkan tahun ini Hana akan kembali ke Inggris untuk menjalankan beberapa proyek seperti artist talk, workshop, hingga pameran seni dalam sebuah festival besar bernama Heart of Glass yang bertempat di kota St. Helens.

Selain itu, Hana juga sedang mempersiapkan sebuah pameran yang akan diselenggarakan di Jakarta. Penasaran nggak sih? Yuk segera follow akun Instagram @hanamadness untuk tahu info selanjutnya!

 
Dalam berkarya, Hana mengakui bahwa kendala yang dapat menghambat kreativitasnya sering kali datang dari dalam diri sendiri. Namun Hana sudah semakin bisa mengkomunikasikannya dengan lebih baik sekarang. Terlebih lagi, Hana telah memiliki caregiver atau support system yang selalu berusaha untuk membantu dalam komunikasinya dan selalu mendukung Hana.

OU juga ikut senang mendengar Kak Hana sudah bisa jauh lebih berdamai dengan kondisi kejiwaannya. Semoga para pembaca, terutama yang memiliki gangguan kejiwaan, juga bisa terinspirasi untuk mengkomunikasikan hal tersebut dengan cara yang positif.

 
Akhir kata, OU doakan ya semoga harapan Kak Hana untuk semakin bisa dikenal melalui karya-karyanya dan terus melangkah maju meninggalkan masa kelam dapat tercapai! We believe that all the best people are mad. 😉

25 comments

  1. Mexico Pharmacy Mail Order Online Zithromax Dosing Children Looking For Viagra Pills For Men viagra Clomid Musculation Alimentation Et Baclofen Sildenafil Online For Sale

  2. Buy Predisone Generique Cialis Pharmacie cialis secure ordering isotretinoin with free shipping saturday delivery price Zithromax Face Rash Order Stendra 100mg Erectile Dysfunction Best Website Pharmacy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

When Madness Equals Awesomeness

“Have I gone mad?” “I’m afraid so. You’re entirely bonkers. But I will tell you a secret: All the best people are.”   Quotes yang diambil dari Alice in Wonderland ini cukup tepat untuk dikutip saat membicarakan seniman Indonesia yang satu ini. Hana Alfikih yang dikenal dengan nama Hana Madness ini merupakan seniman yang melawan…
OU Cool

Mirfak Prabowo: Rocking Art in Various Mediums

Selain bassist pada band rock Sigmun, Mirfak Prabowo, pria kelahiran Jakarta 6 April 1989 ini dikenal juga sebagai visual artist. Seniman yang satu ini sangat aktif berkarya dalam berbagai medium. Mirfak sempat melakukan pameran lukisan tunggalnya yang bertajuk “SANCTUM” di tahun 2013. Kegemarannya dalam bidang seni ini sudah ia rasakan sejak masih kecil. Kegemarannya dalam menggambar di usia muda membuatnya…
OU Cool

Meet WITCHKANA A.K.A Wickana Laksmi Dewi!

A Girl and Her Wild Mysterious Mind   Wickana adalah seniman visual yang suka membuat gambar surreal dan metaforik. Kegemarannya menggambar sudah melekat pada dirinya sejak ia kecil. Crayon dan buku gambar sudah bagaikan teman akrab baginya. Semua inspirasi menggambarnya bermula dari Anime Jepang dan komik pada tahun 90an.  
OU Cool

Nicholas F. Chandrawienata: Dare To Be A Tattoo Artist? Why Not?

Cerita Nicholas Seputar Dunia Tattoo   Menjadi seorang illustrator mandiri yang penuh dengan inspirasi tidak membuat Nicholas F. Chandrawienata nyaman di situ saja. Coloring book for adult, juga berbagai karya lainnya seperti sampul buku series Harry Potter terus mendorong Nicholas untuk membuat sesuatu yang baru.   Setelah lama berkarya pada kanvas, digital, dan kertas, Nicholas akhirnya menambah medan baru…