Dua Single Terbaru Glaskaca: Kontras Perbedaan namun Saling Melengkapi

Setelah sempat menggegerkan dunia permusikan Indonesia dengan mengunggah foto bertajuk “Glaskaca Pecah” tanpa memberikan penjelasan dan membiarkan orang-orang bertanya-tanya, pada bulan Januari yang lalu Glaskaca kembali membuat heboh. Namun kehebohan kali ini adalah kehebohan yang membuat para menggemarnya menjerit senang―Glaskaca akan kembali merilis single setelah hampir satu tahun tidak mengeluarkan karya sebagai sebuah band. Tidak tanggung-tanggung, seakan ingin membalas kerinduan para penggemarnya, Glaskaca merilis dua single sekaligus! A double single, seperti.yang disebut di akun Twitter resmi Glaskaca.

Kedua single ini dirilis pada Jumat, 24 Januari 2019 lalu, tepat pukul 00.00.  “Killjoy” dan “Dialog”, dua mahakarya yang diluncurkan Glaskaca kali ini memiliki jenis musik yang berbeda. Sebutlah “Killjoy” yang lebih bernuansa alternative rock dengan nada-nada gitar yang fuzzy. Sebagai pelengkap, lagu ini dipenuhi dengan lirik berbahasa Inggris dan menjadi lagu social commentary tentang sifat suka membanding-bandingkan, mencibir, dan tidak senang melihat kesenangan orang lain yang dipicu oleh tingginya intensitas aktivitas manusia di sosial media. Dikutip dari perkataan salah satu personil sekaligus penulis lirik utama di Glaskaca, Rayhan Noor, lirik yang berisi social commentary merupakan ranah yang belum pernah disentuh oleh Glaskaca sebelumnya.

 

Rayhan juga sempat mengatakan hal serupa di akun Twitter-nya. “’Killjoy’ isn’t what you thought @glaskaca_ would sound like,” tulis Rayhan pada 23 Januari, sehari sebelum jadwal rilis kedua lagu tersebut. “No one made to impress”, “Life isn’t a pawnshop”, “I tried so hard to be self-conscious, a matter of fact I can’t see what’s obvious”, “It’s never bright enough, don’t wake up to the false alarm, it’s always dark enough” adalah beberapa potongan lirik pada “Killjoy” yang cukup menggambarkan sifat social commentary lagu ini.

 

Kebalikannya, “Dialog” justru lebih bernuansa synth-pop­ khas tahun ’80-an dengan iringan gitar dan drum yang berkarakter. Liriknya pun menggunakan Bahasa Indonesia dengan suasana kontemplatif khas Glaskaca. Suasana kontemplatif ini terdengar jelas melalui lirik-lirik seperti “Dan kumulai merasa telah mencapai batasnya, tak mampu lagi berjalan tenang”, “Lepaskanlah khayalan, meniti dan memulai, bicara dengan dirimu lagi, dan coba pahami”, dan “Mencoba mengerti kehidupan yang mengiris perih dan isi hati yang tak pernah pasti, bertahan sembari mengucap semua tak seburuk yang aku pikirkan”.

 

Rayhan Noor juga menuliskan melalui akun Twitter serta Instagram-nya bahwa “Dialog” sebenarnya merupakan lagu yang dibuat pada tahun 2017. Namun, pada tahun itu, Glaskaca tidak berpikiran untuk membuat lagu semacam “Dialog”. Melengkapi pernyataan tersebut, Rayhan menambahkan, “Bisa dibilang ‘Dialog’ ini lagu yang keluar di waktu yang tepat. Mungkin kalo rilisnya zaman dulu bunyinya nggak akan kayak sekarang.”

 

 

Berdasarkan rilisan pers yang ditulis oleh Glaskaca, perilisan kedua lagu yang kontras perbedaan ini bertujuan untuk memperkenalkan bermacam sisi yang akan ditunjukkan oleh mereka. Pernyataan ini diperkuat dengan tulisan Rayhan Noor di akun Twitter-nya. “Bocorin deh. Kenapa 2 lagu? Karena akan ada 2 EP baru dan di akhir tahun (doain lancar) akan dirangkum di album kedua dari @glaskaca. Musiknya pun akan berlawanan kayak ‘Killjoy’ & ‘Dialog’. Silakan dengar secara berurutan kalau mau dapat bayangannya.”

 

Yang menjadi kesamaan dari kedua lagu ini adalah penggarapannya dikerjakan secara mandiri oleh ketiga personil Glaskaca―Rayhan Noor, Dias Widjajanto, dan Wisnu Ikhsantama―mulai dari memproduseri, merekam, sampai mengerjakan post production-nya. Meski begitu, Glaskaca juga mendapat bantuan dari pihak lain, seperti pada lagu “Killjoy” permainan drum dilakukan oleh Enrico Octaviano dan pada lagu “Dialog” permainan gitar direkam oleh Raga Maharasta.

 

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

Now Airing: “A Step” for Nath’s Next Step

Baru-baru ini, solois indie, Nath, akhirnya mewujudkan cita-cita terpendamnya lewat mini album yang bertajuk “A Step”. Single pertamanya “Tell Me” yang lebih dulu rilis di tahun 2018 sudah didengarkan lebih dari 300.000 kali di Spotify lho. Yuk mengenal lebih jauh sosok Nath dan mini albumnya!
OU Cool

Yuk Ikut Berbagai Acara Menarik di Japan Cultural Weeks 2020!

Kabar gembira untuk kalian pencinta budaya Jepang! Japan Cultural Weeks (JCW) diadakan di Jakarta mulai tanggal 10-29 Februari 2020. Seri pengenalan budaya Jepang ini akan menghadirkan beragam kegiatan seperti pertunjukan musik, lomba pidato Bahasa Jepang, pengenalan Bahasa Jepang, pameran seni rupa, workshop, pemutaran film, demonstrasi, hingga diskusi. Asyiknya lagi, semua acaranya tidak dipungut biaya!  …
OU Cool

Mengenal Lebih Dekat Seniman Muda Mjolneir

Hindia menjadi salah satu band Indonesia yang ketenarannya melesat cepat karena lagunya yang berjudul “Secukupnya” dirasa sangat relateable sama kehidupan anak-anak muda zaman sekarang. Selain lagu itu, masih banyak lagu-lagu lainnya yang dinyanyikan oleh sang vokalis, Baskara Putra. Salah satu lagunya yang juga banyak didengar berjudul “Belum Tidur” yang dinyanyikan bersama Sal Priadi. Seorang seniman…
OU Cool

Dua Single Terbaru Glaskaca: Kontras Perbedaan namun Saling Melengkapi

Setelah sempat menggegerkan dunia permusikan Indonesia dengan mengunggah foto bertajuk “Glaskaca Pecah” tanpa memberikan penjelasan dan membiarkan orang-orang bertanya-tanya, pada bulan Januari yang lalu Glaskaca kembali membuat heboh. Namun kehebohan kali ini adalah kehebohan yang membuat para menggemarnya menjerit senang―Glaskaca akan kembali merilis single setelah hampir satu tahun tidak mengeluarkan karya sebagai sebuah band. Tidak…