EKSISTENSI TOKO MUSIK ‘KEEP-KEEP’

Toko musik masih menjadi rumah bagi para penikmatnya. Di antara banyaknya platform musik digital yang tumbuh subur sekarang ini, ternyata masih banyak toko musik yang dapat kita jumpai di beberapa kota, seperti ‘’Keep-keep’’ di Bandung dan ‘’Podomoro’’ di Yogyakarta . Toko-toko tersebut tidak banyak berubah, masih sebagai gudang inspirasi bagi para pelanggannya. Tidak lupa juga sebagai ajang temu kangen para kolektor maupun sesama penggiat musik. Bahkan ada beberapa toko yang masih merilis beberapa kaset juga piringan hitam hingga sekarang ini. Melihat trend piringan hitam yang sedang naik beberapa waktu belakangan ini, mendorong OU COOL untuk cari tahu sana-sini terkait trend tersebut.

 

 

Kesempatan OU Cool untuk mengunjungi salah satu toko musik di Bandung itu pun akhirnya terlaksana. Kebetulan sekali, OU Cool  melihat update-an vokalis band FSTVLST (Sebuah kelompok musik beraliran rock yang berasal dari Yogyakarta), Farid Stevy, yang baru saja berkunjung dari toko musik tersebut. Akhirnya membawa OU Cool untuk ikut melihat koleksi vinyl-vinyl dari toko musik Keep-Keep ini.

 

 

Toko musik ini berlokasi di Ciumbuleuit, Bandung, satu lokasi dengan sebuah kafe bernama Ki Putih Satu. Toko musik ini tidak terlalu besar, terletak di pintu masuk kafe tersebut. Terdapat satu ruang berisi penuh dengan koleksi vinyl dari semua genre musik. Suasana toko musik yang tertata unik di dukung dengan kafe yang tenang nan asri menambah nilai plus tersendiri. Sayang sekali, waktu itu sedang tidak ada acara musik atau pun semacamnya di sana.

Koleksi piringan hitam di toko ini tidak sebanyak yang di bayangkan, namun Keep-Keep selalu menjadi salah satu tujuan bagi kolektor, maupun musisi yang ingin membeli dan menyimpan rilisan fisik berupa piringan hitam dari mereka. Nggak heran kalo toko musik ini selalu menjadi tempat berbagai macam acara musik juga Record Store Day di Bandung.

 

Bicara mengenai piringan hitam, ternyata vinyl ini sudah dikenal cukup lama di Indonesia. Salah satu toko musik pertama di Jakarta (waktu itu) adalah toko musik yang terletak di bilangan Wijaya (Jakarta Selatan). Mereka pertama kali menjual vinyl dari beberapa genre musik dengan harga yang miring dari toko-toko lainnya.

 

Toko musik independen itu akhirnya menjadi penyedia piringan hitam bagi banyak tempat. Bahkan, sang pemilik sampai harus meminta ijin kepada toko musik lainnya karena menjual piringan hitam dengan harga yang lebih murah, juga koleksi musik mereka yang lebih terkurasi.

 

Kejayaan piringan hitam kini mulai menampakan dirinya kembali. Walaupun banyak yang menjadikannya sebagai barang pajangan antik karena mengikuti trend, namun tidak sedikit juga yang masih menggunakannya untuk mendengarkan musik dengan kulaitas terbaik, bahkan masih ada DJ (Disc jockey) yang menggunakan piringan hitam ini untuk berkarya dan beraksi di atas meja.

 

Jika kamu sedang berkunjung ke Bandung, tidak ada salahnya untuk mampir ke toko musik ini. Kamu bisa melihat-lihat koleksi yang ada sekaligus bercengkrama dengan beberapa kolektor yang sedang nongkrong di sana.

 

 

 

 

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

EKSISTENSI TOKO MUSIK ‘KEEP-KEEP’

Toko musik masih menjadi rumah bagi para penikmatnya. Di antara banyaknya platform musik digital yang tumbuh subur sekarang ini, ternyata masih banyak toko musik yang dapat kita jumpai di beberapa kota, seperti ‘’Keep-keep’’ di Bandung dan ‘’Podomoro’’ di Yogyakarta . Toko-toko tersebut tidak banyak berubah, masih sebagai gudang inspirasi bagi para pelanggannya. Tidak lupa juga sebagai ajang temu kangen…
OU Cool

OU COOL: THE MAN BEHIND #MADEWITHSTORIES

Siapa yang tidak tahu Instagram? Platform yang hampir digunakan semua umat ini banyak sekali membawa perubahan. Tidak jarang juga yang akhirnya menemukan ‘’dirinya’’ pada platform tersebut. Sebut saja para influencer juga para pebisnis-pebisnis maya yang sering kita temui.     Bagi kamu yang sering main Instagram, rasanya ada nilai plus tersendiri jika konten yang kita…
OU Cool

OU COOL: CHOO-CHOO, SOBAT BAIK DARI KERETA COMMUTER LINE

Choo-Choo, buku ilustrasi bergambar yang berisi cerita seekor anjing dan rubah ini ikut meramaikan dunia buku ilustrasi Indonesia. Sama seperti Naela Ali, Lala Bohang, dan Marchella FP, kini Citra Marina ikut mendobrak semangat membaca masyarakat Indonesia lewat karya-karya mereka yang serupa tersebut. Choo-Choo, bikinan Citra ini bisa dibilang sebuah refleksi diri seorang Citra selama ia…
OU Cool

SURVIVE GARAGE: NGGAK CUMA ARTSPACE TAPI JUGA ACTSPACE

Survive! Garage adalah sebuah artspace yang nyempil di antara rumah warga. Tempat ini patut buat disinggahi kalo ada waktu luang di Jogja. Rumah dengan mural warna-warni ini seklias nampak seperti rumah biasa. Namun, jika sudah masuk ke dalam artspace tersebut, ruangan-ruangan yang ada di dalamnya tampak seperti studio pribadi, dengan banyak karya terpajang di kanan…