Deaf Art Community : Banyak Bicara Lewat Karya

There are nothing impossible in this world, pastinya dengan usaha dan kemauan kuat, apa sih yang tidak mungkin?

 

Nah! Minggu lalu OU Magz berkesempatan main ke suatu komunitas seru di Jogja. DAC ( Deaf Art Community) yang terletak di sebuah basecamp no. 16 A di dekat Alun – Alun Selatan Yogyakarta. Komunitas yang sekarang di ketuai oleh Gustian ini memiliki lebih dari 20 anggota yang aktif dalam beberapa kegiatan yang diadakan oleh DAC, seperti street art, pantomim, dance and theater, workshop seni grafis CD, dan masih banyak lagi.

 

Bicara mengenai kegiatan kesenian, baru-baru ini ternyata DAC telah menggelar pameran instalasi dan pementasan teater ”Beastly!” yang berkerja sama dengan Tutti Arts, sebuah organisasi multi seni dari Australia yang mempunyai visi mulia dengan mempublikasikan karya seniman disabilitas. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pekerja seni difabel dan non-difabel di Australia, Malaysia dan Indonesia. Pertunjukan dan pameran Beastly diadakan di basecamp DAC tercinta, dengan mengusung 3 tema pentas teater berupa ” The Bowebird”, ‘’The Beast’’, dan ”The Collector”

 

 

Untuk tau lebih banyak tentang DAC, kami berbincang-bincang dengan Robi, wakil ketua DAC:

 

Hi Rob, denger – denger kamu suka lukis ya? Sejak kapan sih suka melukis? Hmm…… apa semua lukisan di basecamp ini kamu yang lukis?

 

Iya, sejak SD aku hobi melukis hingga kuliah, makanya aku ambil jurusan seni rupa di ISI.

Wah, tidak. Itu karya bersama. Sebagian hasil dari praktek kelas melukis dan street art, tapi ada juga dari teman – teman dari ISI yang sukarela melukis.

 

 

Terus nih kan di DAC sendiri banyak banget kegiatannya. Nah, itu yang ngajar dari anak – anak DAC atau dari luar? Bisa ceritain sedikit nggak?

 

Okee, untuk pengajar disini biasanya dari teman – teman ISI, seperti kelas street art, lukis wajah, dance dan teater. Tapi kadang ada juga dari luar. Kita juga sering menggunakan channel youtube sebagai panutan kita. Nah, dari kegiatan – kegiatan tersebut biasanya nanti kita pentas di acara kampus atau acara – acara undangan.  Untuk acara workshop seni grafis CD besok Maret ini akan diisi oleh teman kita dari Canada dan Singapura yaitu Melissa dan Mini. Workshop ini untuk umum, tapi kita ada limited seat yaitu cuma 15 – 20 orang saja.

 

 

Wah seru juga tuh, jadi penasaran kaya apa workshopnya besok. Oiya, ngomongin tentang kelas khusus bahasa isyarat, apa orang umum juga boleh ikut?

 

Boleh, boleh sekali. Datang saja setiap hari Sabtu dan Minggu disini, nanti ada kelas bahasa isyarat dasar dari kita. Tapi akan berlaku kelas berbayar mulai bulan April depan.

 

 

Nah, buat ngelengkapin rasa penasaran tentang DAC, nih ada beberapa gambaran tentang DAC beserta karya – karya mereka:

 

Gimana karya – karyanya? Keren – keren kan? Fyi nih, dengan adanya kegiatan dari DAC ini, mereka berhasil mematikan stigma negatif di masyarakat tentang penyandang difabel. Mereka membuktikan kalau penyandang difabel, termasuk tuli itu juga bisa berkarya.

 

Act speak louder than words. Terealisasikan dengan sempurna oleh teman-teman DAC, sukses terus ya kedepannya!

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

CITA-CITA ISAAC AKHIRNYA LAHIR BERSAMA EP COCOON

EP COCOON yang terdiri dari 4 single lagu ini adalah salah satu cerita bagaimana masing-masing personil Isaac dalam meraih cita-cita mereka dalam hidup. Band yang terdiri dari Marhain Williams (vocal, gitar), Nyoman Agastyasana (gitar), Akbar Prihartama (bass), dan Reinardus Suryandaru (drum) ini baru saja merilis karya mereka beberapa bulan yang lalu. Berikut penjelasan singkat mengenai…
OU Cool

PAMERAN OLEH PENGUNGSI: ‘’BERDIAM ATAU BERTANDING’’

Waktu OU Cool main ke Galeri Nasional beberapa waktu yang lalu, tampak banyak sekali turis asing yang datang silih berganti di salah satu ruang pamer di kompleks itu. Karena penasaran, kami akhirnya membawa OU Cool ke sisi yang ramai itu.   Sebuah judul besar menyambut kami di pintu utama pameran tersebut, ‘’Berdiam atau Bertanding’’. Dari…
OU Cool

ANDRA MATIN: DI BALIK KONSEP KAFE-KAFE MODERN-MINIMALIS

Adem. Begitulah saat kali pertama OU CHILL tiba di Kopi Manyar, Bintaro. Warna dominan yang hangat, didukung dengan desain interior yang serba modern-minimalis, bikin siapa aja yang dateng langsung nyaman tanpa alasan. Kafe ini punya ruang luas di belakang yang sering digunakan untuk galeri pameran karya. Bentuk bangunan yang unik bikin setiap sudut kafe ini…
Uncategorized

MARCHELLA FP: BIAR KARYA YANG NGOMONG SENDIRI

“Nafas sebentar, apa sih yang dikejar?” “Nggak papa, besok kita coba lagi.”   “Tenang, nggak semuanya harus ada jawabannya sekarang”   “Duduk sebentar, biar paham”   “Selalu ada celah, untuk lihat salah”