Berkenalan dengan Toko Lempung : Clay Craft Sisters

 

Wah……. kalungnya lucu banget. Uh…….. cocok banget sama baju aku!!!”

 

“Pot sama kaktusnya gemes banget, Beb, ya ampun…. galau pengen semua.”

 

“Gimana sih, ini cara buatnya?”

 

“Eeeh, Beb, lihat antingnya lucu banget yang disana. Aaaaa semuanya lucu. Sebal!”

 

 

Percakapan diatas kerap terdengar setiap kali Toko Lempung berjualan di suatu event. Hal itu pula yang memacu semangat Toko Lempung dalam berkreasi. Toko Lempung yang menyediakan banyak pernak-pernik unik berbahan dasar clay ini sering kali membuat orang – orang galau untuk menentukan pilihan. Bahkan tidak sedikit yang kepo atau ingin tau bagaimana proses pembuatannya.

 

 

Sebelum Toko Lempung berdiri, bermain dengan lempung atau clay hanyalah sebuah hobi. Hobi ini pada akhirnya mengantarkan dua orang sohib alumni ITB untuk menuangkan kreativitas dan keisengannya dengan membuka toko pernak-pernik yang diberi nama Toko Lempung. Butuh waktu yang tidak sedikit untuk Vinska (@vnstania) dan Odah (@annisaadyah) dapat akrab dengan material clay. Namun, mereka senantiasa menikmati masa – masa trial and error dengan suka-cita, karena untuk mencapai sebuah kesuksesan proses yang panjang dari eksplorasi harus dilalui.

 

Terdapat berbagai macam jenis hasil olahan kreatif clay dari dua sohib ini, mulai dari pot lukis, gelang, kalung, hingga  produk baru mereka yang sedang dalam proses penggarapan yaitu anting dan clay wall-hanging. Penasaran banget, kan? Selain menyorot clay sebagai produk utama Toko Lempung, Vinska dan Odah juga mengombinasikan pot lukis mereka dengan keluarga kaktus dan succulent sebagai penyempurna pot-pot lucu tersebut.

 

 

Mengapa succulent? Mengapa bukan tanaman imitasi saja?

 

Yah, kembali lagi. Sebuah kesempurnaan dibangun dari tanggung jawab, dan pot – pot ini adalah bentuk dari tanggung jawab baru bagi siapapun yang memilikinya.

 

Mengapa begitu? Karena pada akhirnya mereka jadi punya tanggung jawab untuk merawat succulent tersebut.

 

Lalu, susah nggak sih buat ngerawat succulent itu? Pasti repot deh….

 

 

Eits, sebentar. Dengerin dulu. Tidak ada yang mudah jika kita tidak mau berusaha, kan? Tapi serius, perawatan kaktus dan succulent ini terbilang mudah, lho. Biasanya disiram (semprot atau ciprat aja) seminggu 3 kali, tapi kalau tanahnya masih basah tidak perlu disiram lagi. Letakkan saja di meja kamar atau rak hias di rumah kalian sebagai pemanis, tapi tetap di tempat dengan sirkulasi udara yang baik dan cukup terkena sinar matahari, ya!  Namun jangan sampai terpapar sinar matahari langsung.

 

 

Fyi nih guys, succulent mungkin akan sedikit lebih menantang untuk dipelihara, karena tingkat keberhasilannya bisa beda-beda walaupun perlakuan yang diberikan sama. Jadi, secara nggak langsung tanaman ini juga melatih tingkat kepekaan diri pemiliknya dan yang paling penting, ngerawatnya harus dengan kasih sayang, ya!

 

Sejak awal Toko Lempung dimulai, banyak sekali konsumen yang menanyakan tentang cara pembuatan dan teknik clay-crafting produk-produk Toko Lempung. Nah, berangkat dari banyaknya pertanyaan tersebut akhirnya Vinska dan Odah memutuskan untuk mengadakan workshop sebagai sarana berbagi ilmu sekaligus menambah relasi. Hingga kini, Toko Lempung sudah banyak mengadakan workshop dengan berbagai tema yang diikuti berbagai kalangan. Seru banget, ya!

 

 

Jadi, bagaimana rencana weekend kalian minggu ini? Tertarik untuk bermain – main dengan clay dan mengasah kebolehan melukis? Berkreasi dengan clay dan merawat tanaman kaktus serta succulent di rumah bisa menjadi salah satu aktivitas weekend kalian minggu ini, lho! Selamat bereksperimen!

 

Informasi selengkapnya mengenai aktivitas dan produk bisa langsung dicek di instagram: @tokolempung

 

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

MELIHAT WARNA-WARNI KRITIK KEHIDUPAN ALA UDIEN AEE

Seniman lagi, seniman lagi. Banyak pelaku seni ternyata di negeri ini. Kali ini, OUCOOL berkesempatan untuk menengok ‘’bengkel’’ salah satu seniman asal Jogjakarta, Udin Bahaudin atau sering dikenal dengan Udien AEE. Jika seniman-seniman di sana banyak yang bermukim di bagian selatan kota, justru berbeda dengan seniman satu ini yang bisa di temui di studio pribadinya,…
OU Cool

ACTION FIGURE DENGAN KEARIFAN LOKAL ALA GOOD GUYS NEVER WIN

If you’re a maniac of toys, let’s pick one of GGWN (Good Guys Never Win) Toy’s collection.   Toko mainan pertama di Indonesia yang menyediakan berbagai macam jenis mainan yang punya nilai ceritanya tersendiri. Lokasinya ada di Pasar Santa, Jakarta Selatan. Lapak mainan unik yang berdiri sejak 2005 ini sudah keliling banyak negara untuk mempromosikan…
OU Cool

BERSELANCAR DI DARAT JUGA LAUT DENGAN KARYA

Kreatifitas dunia seni emang nggak pernah mati. Bayangin aja, waktu kita sedang berselancar dengan papan di atas air atau juga di arena skate park dengan penuh taktik, kini semakin memukau dengan beberapa goresan gambar pada papan-papan tersebut. Sebut saja Arswandaru Cahyo, seorang artist yang kini kabarnya tinggal di Bali ini sudah memulai karirnya sejak masih…
OU Cool

BELAJAR RAJUT BARENG POYENG

Siapa bilang merajut hanya untuk orang tua saja? Anak muda saat ini sudah banyak yang melirik, bahkan tidak sedikit yang ahli dalam dunia rajut merajut ini lho! Merajut yang dulu dikenal sebagai kegiatan jadul ini ternyata punya banyak manfaat bagi diri pribadi, juga hasil prakarya yang beranekaragam tersebut memang selalu punya hati di pasaran.  …