Bercermin Lewat Ilustrasi Kathrin

Katanya ada tiga tipe manusia, yang mengutarakan isi hatinya lewan lisan, tulisan, dan yang mengutarakan isi hatinya lewat visual.

 

Kali ini Ou dapat kesempatan untuk ngobrol-ngobrol bareng Kathrin Honesta, Illustrator yang jago bercerita lewat karya visualnya.
Buat Kathrin, menggambar merupakan panggilan, jadi nggak akan bisa kalau nggak gambar. Kecintaan ini sudah tumbuh sejak Kathrin masih kecil. “Lumayan aneh sih, karena ketertarikan ini tidak diturunkan dari keluarga, dan dari kecil memang sudah tergerak untuk jadi pelukis, designer, atau mengerjakan apapun yang berhubungan dengan seni. Kalau tidak menggambar, I don’t know what should I do with my life. There’s no plan b, haha”

 

 

Illustrator yang pernah menjadi Designer di salah satu agency periklanan di Malaysia ini
mulai dikenal setelah ia menelurkan beberapa project buku cerita.
Melahirkan Personal Project
Untuk sekarang, Kathrin lagi sibuk ngerjain project-project buku, baik dengan publisher dalam dan luar negeri. Project-nya sendiri seperti buku cerita anak, spot illustrations, dan cover untuk sebuah novel. Pengerjaan satu buku bisa memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.

 

 

Selain project untuk klien, Kathrin juga masih mengerjakan personal project lewat “Shadow Stories” untuk project yang satu ini, Kathrin berkolaborasi dengan penulis, Ong Kay Jen, mempersiapkan buku cerita terbaru yang berjudul “The Dollmaker”. Buku ini sedang masuk ke dalam tahap produksi, dan rencananya akan diterbitkan dalam waktu dekat. Ini merupakan buku kedua yang akan dirilis oleh Kathrin dan Ong Kay Jen.

 

Kalau menilik karya-karya Kathrin, tampaknya kental dengan unsur narasi yang berpadu apik dengan gaya visual yang khas. Karena bagi Kathrin, kedua unsur ini saling melengkapi.

 

 

Pertama kali melihat Ilustrasi yang Kathrin buat, mungkin mengingatkan kita akan kepolosan saat masih kanak-kanak, dan pada saat yang bersamaan, juga menyiratkan segala hal dan problema yang kita temui saat beranjak dewasa.
“Di era social media sekarang, kita bisa melihat karya bagus di mana-mana, sometimes it’s possible to feel overwhelmed. Banyak orang bisa bikin karya dengan Teknik yang tinggi, tapi terkadang, mungkin di antara segudang karya yang kita lihat, karya yang tidak punya makna akan terlupakan. Begitu juga sebaliknya, sayang sekali jika seseorang punya ide pesan yang bagus, tetapi kurang bisa mengeksekusi. Pada akhirnya pesan dari karya tersebut malah tidak tersampaikan.”

 

 

Narasi dan Eksekusi Saling Melengkapi

 

Gini-gini ternyata Kathrin juga sempat mengalami fase minder, karena menurutnya dia sendiri nggak jago-jago amat dalam teknik menggambar gaya realistik, teknik painting, dan lainnya.

 

“Tapi ada satu film pendek karya Michael Du Dok Dewit yang memberikan perspektif baru, judulnya Father & Daughter, karya tersebut sangatlah simple, tapi penuh dengan pesan dan maksud tersembunyi. I really love it! Membuat karya yang punya pesan dalam dan bisa mengeksekusinya dengan simple dan tepat itu ternyata tantangannya lebih berat.” Ujar Kathrin yang juga mengaku sampai sekarang masih belajar membuat karya yang terlihat sederhana namun penuh makna.

 

Meski pun kerap menggambar menggunakan media digital, tekstur dalam karya Kathrin masih terlihat jelas goresannya, seperti tekstur pulpen atau pensil. Garis-garis yang diciptakan Kathrin pun terlihat tegas, memperlihatkan skill menggambar yang sudah dikuasai Kathrin.

 

 

Karya Sebagai Refleksi
Kenapa memilih buku cerita sebagai media “bersuara”, Kathrin punya alasannya sendiri. Misalnya saja dalam “The Shadow & The Star”, ia menceritakan tentang kesendirian dan harapan. Sedangkan untuk “The Dollmaker”, ia menceritakan bagaimana seseorang yang merasa hidupnya tidak berarti karena kekurangannya. Tema-tema yang diangkat ini membuat pembaca bertanya-tanya dan merefleksikan relevansinya terhadap hidup mereka masing-masing.

 

 

“Lewat ilustrasiku, aku ingin menyampaikan rasa aman, tenang, dan harapan. Aku suka menggambar tentang kegelapan malam dan dikontraskan dengan cahaya (baik dalam bentuk kunang-kunang,bulan, cahaya lampu, dan sebagainya) untuk mengingatkan kita bahwa segelap apa pun keadaan, pasti ada secercah harapan.”

11 comments

  1. Pingback: elangqq
  2. Pingback: cbd oil
  3. Pingback: 바카라사이트
  4. Pingback: 우리카지노
  5. Pingback: w88 asia
  6. Pingback: Predrag Timotić
  7. Pingback: dominoqq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

Now Airing: “A Step” for Nath’s Next Step

Baru-baru ini, solois indie, Nath, akhirnya mewujudkan cita-cita terpendamnya lewat mini album yang bertajuk “A Step”. Single pertamanya “Tell Me” yang lebih dulu rilis di tahun 2018 sudah didengarkan lebih dari 300.000 kali di Spotify lho. Yuk mengenal lebih jauh sosok Nath dan mini albumnya!
OU Cool

Yuk Ikut Berbagai Acara Menarik di Japan Cultural Weeks 2020!

Kabar gembira untuk kalian pencinta budaya Jepang! Japan Cultural Weeks (JCW) diadakan di Jakarta mulai tanggal 10-29 Februari 2020. Seri pengenalan budaya Jepang ini akan menghadirkan beragam kegiatan seperti pertunjukan musik, lomba pidato Bahasa Jepang, pengenalan Bahasa Jepang, pameran seni rupa, workshop, pemutaran film, demonstrasi, hingga diskusi. Asyiknya lagi, semua acaranya tidak dipungut biaya!  …
OU Cool

Mengenal Lebih Dekat Seniman Muda Mjolneir

Hindia menjadi salah satu band Indonesia yang ketenarannya melesat cepat karena lagunya yang berjudul “Secukupnya” dirasa sangat relateable sama kehidupan anak-anak muda zaman sekarang. Selain lagu itu, masih banyak lagu-lagu lainnya yang dinyanyikan oleh sang vokalis, Baskara Putra. Salah satu lagunya yang juga banyak didengar berjudul “Belum Tidur” yang dinyanyikan bersama Sal Priadi. Seorang seniman…
OU Cool

Dua Single Terbaru Glaskaca: Kontras Perbedaan namun Saling Melengkapi

Setelah sempat menggegerkan dunia permusikan Indonesia dengan mengunggah foto bertajuk “Glaskaca Pecah” tanpa memberikan penjelasan dan membiarkan orang-orang bertanya-tanya, pada bulan Januari yang lalu Glaskaca kembali membuat heboh. Namun kehebohan kali ini adalah kehebohan yang membuat para menggemarnya menjerit senang―Glaskaca akan kembali merilis single setelah hampir satu tahun tidak mengeluarkan karya sebagai sebuah band. Tidak…