BELAJAR RAJUT BARENG POYENG

Siapa bilang merajut hanya untuk orang tua saja? Anak muda saat ini sudah banyak yang melirik, bahkan tidak sedikit yang ahli dalam dunia rajut merajut ini lho! Merajut yang dulu dikenal sebagai kegiatan jadul ini ternyata punya banyak manfaat bagi diri pribadi, juga hasil prakarya yang beranekaragam tersebut memang selalu punya hati di pasaran.

 

Kebetulan, beberapa waktu lalu, Ou berkesempatan datang ke Poyeng Knit Shop yang terletak di Jogja. Poyeng Knit Shop adalah ‘markas’ bagi siapa saja yang mau belajar maupun membeli dari alat-alat rajutan hingga hasil rajutan itu sendiri. Tidak perlu ragu untuk bertanya seputar rajut merajut jika berkunjung ke toko ini karena karyawan juga anggota merajut sangat ramah sekali. Di toko Poyeng ini kalian bisa bebas belajar teknik knitting secara cuma-cuma. Nggak heran jika toko ini selalu rame dikunjungi banyak pendatang baru.

Menurut Ajeng Galih Sitoresmi, selaku pemilik dari toko Poyeng ini, merajut itu tidak susah, yang penting punya kemauan untuk belajar juga konsisten. Ajeng yang sudah jatuh cinta dengan merajut sejak tahun 2008 ini akhirnya berani melebarkan sayapnya dua tahun kemudian dengan mendirikan Poyeng Knit Shop tersebut.

 

Lalu, teknik dasar apa saja sih yang harus dikuasai untuk dapat membuat suatu karya rajut?

Menurut Ajeng, untuk belajar merajut ada dua teknik yang biasanya digunakan, yaitu teknik menggunakan satu jarum atau crochet dan teknik menggunakan dua jarum atau knitting. Sedangkan untuk tingkat kecepatan dalam penyelesaian rajutan ini tergantung dengan waktu yang dimiliki masing-masing orang.

Tidak hanya di Jogja saja, Ajeng juga pernah berkolaborasi dengan beberapa pihak untuk workshop di luar kota. Waah, seru ya! Buat kalian yang ingin berkunjung ke Poyeng Knit Shop ini, kalian bisa datang mulai dari jam 10 pagi hingga jam 7 malam. Jadi bagaimana? Tertarik untuk belajar merajut?

 

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

OU COOL: CREACVITY WITH LENS BY FAISAL Y. DJAJA

Apa yang kamu bayangkan ketika melihat feed Instagram dari @faisaldjaja ini? Simple, klasik, dan sangat VSCO sekali, begitu kurang lebih yang OU COOL rasakan. Sebelum membahas lebih jauh mengenai fotografi ala Faisal kali ini, kamu semua pasti sudah tidak asing bukan dengan VSCO? OU COOL yakin, generasi millenials saat ini pasti sudah diluar kepala mengenai…
OU Cool

EKSISTENSI TOKO MUSIK ‘KEEP-KEEP’

Toko musik masih menjadi rumah bagi para penikmatnya. Di antara banyaknya platform musik digital yang tumbuh subur sekarang ini, ternyata masih banyak toko musik yang dapat kita jumpai di beberapa kota, seperti ‘’Keep-keep’’ di Bandung dan ‘’Podomoro’’ di Yogyakarta . Toko-toko tersebut tidak banyak berubah, masih sebagai gudang inspirasi bagi para pelanggannya. Tidak lupa juga sebagai ajang temu kangen…
OU Cool

OU COOL: THE MAN BEHIND #MADEWITHSTORIES

Siapa yang tidak tahu Instagram? Platform yang hampir digunakan semua umat ini banyak sekali membawa perubahan. Tidak jarang juga yang akhirnya menemukan ‘’dirinya’’ pada platform tersebut. Sebut saja para influencer juga para pebisnis-pebisnis maya yang sering kita temui.     Bagi kamu yang sering main Instagram, rasanya ada nilai plus tersendiri jika konten yang kita…
OU Cool

OU COOL: CHOO-CHOO, SOBAT BAIK DARI KERETA COMMUTER LINE

Choo-Choo, buku ilustrasi bergambar yang berisi cerita seekor anjing dan rubah ini ikut meramaikan dunia buku ilustrasi Indonesia. Sama seperti Naela Ali, Lala Bohang, dan Marchella FP, kini Citra Marina ikut mendobrak semangat membaca masyarakat Indonesia lewat karya-karya mereka yang serupa tersebut. Choo-Choo, bikinan Citra ini bisa dibilang sebuah refleksi diri seorang Citra selama ia…