Balada Warna Trotoar Jakarta

Masih dalam rangka menyambut Asian Games 2018, kota Jakarta, yang akan kedatangan tamu dari berbagai negara, berdandan secantik-cantiknya agar indah dipandang mata.

 

Sekarang warga Jakarta tidak perlu lagi was-was nyusruk di jalan raya protokol karena aspalnya bolong, warga Jakarta juga tak perlu risau soal trotoar sempit yang membuat pusing pejalan kaki, karena trotoar di jalan-jalan protokol juga telah mengalami pemugaran.

 

Pemandangan ajaib juga bisa ditemukan pada trotoar dan separator jalan di Jakarta. Di beberapa tempat seperti kawasan Monas, Kemayoran, dan TMII, rasanya lebih meriah dengan warna-warni pelangi.

 

Maksud hati ingin mempercantik Jakarta, tapi apa daya, malah menuai kritikan pedas netizen dan pihak berwajib.

 

Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa, dikutip wawancaranya dengan Kompas, menyatakan kalau beliau nggak setuju dengan keberadaan trotoar dan separator jalan warna-warni. Karena menurutnya pegubahan warna trotoar ini nggak sesuai dengan standar yang telah ada.

 

 

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Indonesia, (PM 34 tahun 2014, Pasal 4) menyebutkan, marka jalan dapat berwarna putih, kuning, dan warna lainnya. Masing-masing warna memiliki arti dan fungsinya sendiri. Sementara, belum ada kejelasan apakah kelengkapan jalan jalan bisa diberi warna-warni seperti sekarang.

 

Meski pun belum ada peraturan yang mengatur soal standar warna kelengkapan jalan, seperti di kota-kota besar lain di dunia, keputusan untuk mewarnai trotoar dan separator jalan harusnya dikaji ulang.

 

 

 

Pasalnya pewarnaan sarana kelengkapan jalan ini jalan tidak sesuai dengan purpose yang ada. Tentu ada alasan kenapa pinggiran trotoar dan separator jalan memiliki warna hitam putih, salah satunya adalah alasan keamanan. Warna hitam putih dipilih karena tetap menonjol tapi tidak mendistraksi.

 

Pemilihan warna-warna yang digunakan oleh pemprov Jakarta untuk menghiasi trotoar dan separator jalan pun memberikan kesan playful seperti ungu, kuning, oranye, pink, dan sebagainya. Mungkin cocok dengan konsep Asian Games, tapi tentu nggak pas dengan fungsi marka jalan. Mudah-mudahan jangan sampai menimbulkan kesan kalau separator warna-warni ini sebagai dekorasi semata, bukan sarana publik yang seharusnya dipatuhi.

 

 

Tenang, jangan emosi dulu, memang inisiatif pak Gubernur mungkin tak sesuai purpose yang ada. Akan tetapi, berdasarkan pernyataan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, trotoar dan separator jalan warna-warni ini hanya akan ada saat Asian Games 2018 berlangsung. Setelah Asian Games usai maka, warna-warna yang menghiasi trotoar dan separator jalan pun akan kembali menjadi hitam putih.

 

 

 

 

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

Balada Warna Trotoar Jakarta

Masih dalam rangka menyambut Asian Games 2018, kota Jakarta, yang akan kedatangan tamu dari berbagai negara, berdandan secantik-cantiknya agar indah dipandang mata.   Sekarang warga Jakarta tidak perlu lagi was-was nyusruk di jalan raya protokol karena aspalnya bolong, warga Jakarta juga tak perlu risau soal trotoar sempit yang membuat pusing pejalan kaki, karena trotoar di…
OU Cool

Dandan Cantik Demi Asian Games ala Jakarta

Indonesia patut berbangga karena ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Jakarta yang jadi salah satu tuan rumah (selain Palembang) pun bersolek diri. Selain membenahi  infrastruktur pendukung Asian Games, seperti Velodrome, Equesterian, serta lapangan-lapangan lain yang akan dijadikan arena bertanding. Jalanan protokol yang tadinya bolong-bolong pun sudah mulus sekarang.
OU Cool

Tentang Perempuan Berhati Intan

Aku perempuan Dia pun perempuan Mereka juga perempuan Tapi tidak, tapi tidak Kita beda, tidak sama Fisik, fisik yang selalu mengelitik Lalu, apakah semua perempuan harus sama? Apa bedanya dengan manekin di luar sana? Memang benar kata orang, sudah banyak paras ayu nan rupawan. Namun sayang, hati dan pikiran yang baik, masih jarang ditemukan.