Ada Cerita di Setiap Karya Sarkodit

Menilik karya-karya Aditya Pratama atau yang lebih kita kenal dengan nama Sarkodit, pasti terlihat unik dengan detail yang luar biasa. Karya illustrator asal Bandung ini mampu bercerita dengan komponen naratif yang kuat dan bentuk yang enggak biasa dan warna-warna yang berani.  

 

Kecintaannya terhadap dunia ilustrasi dimulai sejak kecil, Sarkodit bercerita kalau sang Ibu sendiri lah yang menginspirasinya untuk mulai menggambar.

 

 

“Ibu saya selalu mendongeng sambil menggambar kepada anak-anaknya.” Dari situ lah ia terpengaruh, dan akhirnya jadi senang menggambar. Selain itu, Adit juga bercerita kalau dari kecil terbiasa main sendiri, dan buku-buku cerita yang penuh gambar dan ilustrasi menjadi teman terbaiknya.

 

 

Akrab dengan buku-buku dongeng dan cerita ternyata juga berpengaruh pada style ilustrasi Adit yang kental dengan unsur narasi, berpadu dengan gaya deformatif dengan warna-warna yang kontras.

 

 

Nggak cuma itu, kalau diperhatikan lebih dalam, karya ilustrasi Adit juga berhasil memadukan warna-warna cerah dengan ekspresi wajah yang terlihat murung atau datar secara smooth. Kontras yang ada pun dapat disajikan secara lebih subtle. Kesan jenaka dan sendu yang muncul secara bersamaan pun dapat dirasakan penikmat karyanya.

 

 

Ciri khas dalam karyanya ini pun akhirnya mengantarkan Adit untuk mendapatkan Genkosha Illustration File Award tahun 2015 di Jepang. Saat itu ia mewakili Indonesia sebagai salah satu 5 ilustrator pilihan mereka dari berbagai negara di Asia.   
Adit yang mengaku penggemar Dadu Shin, Lisk Feng, Inca Pan dan Rob Sato ini mampu menciptakan unsur narasi yang kental dalam setiap ilustrasi yang ia buat. Karya-karyanya mampu bercerita dengan cara mereka. Enggak heran kalau Adit sering diminta menjadi illustrator buku anak-anak. Dan pada tahun 2016 Sarkodit sempat berkolaborasi dengan penerbit Peyron dari Singapura, mengeluarkan buku yang bisa bernyanyi. Berisi folk song asal Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei.

 

 

Project pengerjaan buku pun berlanjut hingga sekarang. Rencananya, Adit akan berkolaborasi dengan salah satu penulis, mengerjakan buku yang berisi kumpulan cerita pendek bertemakan tentang kematian.

 

Tungguin project selanjutnya dari Adit dengan follow Instagramnya di @sarkodit yuk!

 

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

EKSISTENSI TOKO MUSIK ‘KEEP-KEEP’

Toko musik masih menjadi rumah bagi para penikmatnya. Di antara banyaknya platform musik digital yang tumbuh subur sekarang ini, ternyata masih banyak toko musik yang dapat kita jumpai di beberapa kota, seperti ‘’Keep-keep’’ di Bandung dan ‘’Podomoro’’ di Yogyakarta . Toko-toko tersebut tidak banyak berubah, masih sebagai gudang inspirasi bagi para pelanggannya. Tidak lupa juga sebagai ajang temu kangen…
OU Cool

OU COOL: THE MAN BEHIND #MADEWITHSTORIES

Siapa yang tidak tahu Instagram? Platform yang hampir digunakan semua umat ini banyak sekali membawa perubahan. Tidak jarang juga yang akhirnya menemukan ‘’dirinya’’ pada platform tersebut. Sebut saja para influencer juga para pebisnis-pebisnis maya yang sering kita temui.     Bagi kamu yang sering main Instagram, rasanya ada nilai plus tersendiri jika konten yang kita…
OU Cool

OU COOL: CHOO-CHOO, SOBAT BAIK DARI KERETA COMMUTER LINE

Choo-Choo, buku ilustrasi bergambar yang berisi cerita seekor anjing dan rubah ini ikut meramaikan dunia buku ilustrasi Indonesia. Sama seperti Naela Ali, Lala Bohang, dan Marchella FP, kini Citra Marina ikut mendobrak semangat membaca masyarakat Indonesia lewat karya-karya mereka yang serupa tersebut. Choo-Choo, bikinan Citra ini bisa dibilang sebuah refleksi diri seorang Citra selama ia…
OU Cool

SURVIVE GARAGE: NGGAK CUMA ARTSPACE TAPI JUGA ACTSPACE

Survive! Garage adalah sebuah artspace yang nyempil di antara rumah warga. Tempat ini patut buat disinggahi kalo ada waktu luang di Jogja. Rumah dengan mural warna-warni ini seklias nampak seperti rumah biasa. Namun, jika sudah masuk ke dalam artspace tersebut, ruangan-ruangan yang ada di dalamnya tampak seperti studio pribadi, dengan banyak karya terpajang di kanan…