Tumurun Museum : Solo’s New It Museum

Tumurun Museum yang resmi dibuka pada bulan Maret lalu ini merupakan private museum milik Iwan Kurniawan Lukminto atau yang akrab dipanggil Pak Wawan. Tumurun sendiri merupakan singkatan dari turun temurun dimana museum ini didirikan dari penurunan hobi mengkoleksi benda seni dari sang ayah. Meski baru dua tahun menggemari dunia seni, ia seakan tak sabar untuk memperlihatkan dan membagikannya koleksinya ke khalayak publik untuk dinikmati bersama.

 

Di museum yang terdiri dari dua lantai ini kalian dapat menikmati karya seni kontemporer hingga seni modern yang bersarang pada lantai kedua.

 

 

Begitu memasuki museum ini mata kalian akan dimanjakan dengan dua karya seni megah yang sebelumnya menghiasi Artjog 2017 dan tepat disebelahnya terdapat mobil Mercedes-Benz antik tahun 1940-an. Tiga koleksi mobil antik yang ada di museum ini merupakan koleksi pribadi sang ayah yang katanya masih banyak jumlahnya. Namun sebagian besar masih dalam tahap restorasi nantinya juga akan dipajang di museum ini.

 

Lantai pertama diisi dengan karya-karya kontemporer baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Terdapat karya seniman asal Filipina dan juga Cina yang menghiasi bagian kiri depan museum. Semakin kedalam kalian akan melihat karya seni dari seniman mancanegara baik karya seniman Rudi Mantofani dari pulau Sumatera hingga Faisal Habibi yang berasal dari pulau Jawa.

 

 

Begitu banyak karya kontemporer istimewa yang singgah di museum ini, salah satunya karya Eddy Susanto berupa lukisan Perjamuan Terakhir yang sepenuhnya dibuat dari aksara Jawa. Tak lupa karya Aditya Novali seorang arsitek yang merambah ke dunia seni tanpa melupakan unsur arsitekturnya.

 

 

Beralih ke lantai dua, kalian akan terpukau dengan koleksi-koleksi seni modern yang dimiliki museum Tumurun. Mulai dari lukisan Lee Mon Fong, seorang kurator istana presiden pada zaman Soekarno yang sepat dipajang di UNESCO, lukisan karya Henk Ngantung sang pecipta Patung Selamat Datang, But Mochtar yang karyanya menghiasi gedung MPR sampai saat ini  hingga Ahmad Sadali sang pioneer seni abstrak di Indonesia.

 

 

Tak hanya karya seni modern dari Indonesia, Tumurun juga memiliki koleksi seni modern dari seniman luar seperti Johan Rudolf Bonnet yang dimana lukisannya telah berumur kurang lebih 100 tahun.

 

 

Memang tidak mudah untuk mengunjungi museum satu ini, sebab kalian harus membuat janji terlebih dahulu jika ingin melihat koleksi yang ada disini. Tapi jangan khawatir sebab Tumurun mengusahakan secara rutin menggelar Open House setiap bulannya! Untuk informasi lebih lanjut tentang jadwal Open House mereka, kalian bisa mengunjungi www.tumurunmuseum.com.

 

 

Jadi bagi kalian yang berencana mengunjungi Solo dalam waktu dekat, jangan lupa buat janji untuk main ke Tumurun!

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Chill

OU Chill

OU CHILL OF THE DAY: MOJA MUSEUM

Saatnya Mengenal Moja Museum   WHERE   Banyak orang yang kepo untuk datang langsung ke ‘’museum kekinian’’ di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan ini mendorong rasa penasaran Ou Chill untuk datang membuktikannya. Tempatnya sangat dekat dengan Pondok Indah Mall 1 (PIM 1), terletak di pinggir jalan raya, sehingga mudah dijangkau oleh banyak kendaraan. Moja Museum…
OU Chill

HIDDEN GEM IN BINTARO

Sudah ada rencana weekend ini? Nggak ada salahnya lho, sekali-kali keluar dari hiruk pikuk kota Jakarta untuk mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjungi. Melipir ke pinggir yang nggak jauh-jauh amat.   Coba deh, main sebentar ke daerah Bintaro, Tangerang Selatan. Ada banyak tempat-tempat baru yang cocok banget masuk daftar tempat nongkrong atau sekedar mencari…
OU Chill

KOPI KETJIL: GUDANG KOPI SENYAMAN RUMAH ALA JOGJAKARTA

Nyaman seperti rumah, begitu kesan pertama yang terasa saat pertama kali masuk ke kedai kopi ini. Kursi-kursi rotan tertata apik dengan berbagai model yang bikin tempat ini jadi ‘’homey’’ sekali. Tidak lupa ditambah banyak tanaman yang berjajar rapi juga bergantung apik di setiap sudut ruang yang bikin tempat ini ‘’rumahable’’ banget.   Tidak ada salahnya…
OU Chill

OLEH-OLEH CERITA OBAT KUAT JUGA SPEAKER MONOTON DARI KRACK STUDIO

Rasanya tidak pernah bosan untuk mengunjungi ruang-ruang perupa di setiap sudut Jogjakarta. Selalu saja ada ruang seni menarik yang minta untuk dikunjungi. Kebetulan, kali ini OUCHILL berkesempatan untuk berkunjung ke Krack Studio, sebuah studio artmaking yang selalu jadi ruang multifungsi para senimannya.   Studio ini tidak hanya memproduksi karya cetak sablon saja, namun juga sebagai…