Seberapa Penting Kehadiran Video Klip Pada Sebuah Lagu?

Kalau ngomongin soal musik kayaknya nggak lengkap kalau tidak mengaitkan video musik di dalamnya. Kehadiran video musik atau video klip pun bisa jadi daya tarik sendiri untuk kekuatan lagu. Soalnya video klip bukan hanya sebagai materi promosi semata tapi juga menambahkan estetika secara visual untuk sebuah lagu. Bahkan ada beberapa nama musisi yang justru baru sangat terkenal karena video klipnya, seperti PSY asal Korea Selatan yang merilis video berjudul “Gangnam Style” dengan penonton sebanyak 2,8 miliar.

 

Dulunya video klip atau video musik lebih dikenal dengan istilah klip promosi/film promosi/promotional video. Lalu istilah video musik atau video klip baru populer semenjak kehadiran MTV pada tahun 1980-an. Bisa dibilang kalau MTV-lah yang sangat berjasa mengenalkan konsep musik secara visual di layar kaca dan memberikan pengaruhnya sampai detik ini.

 

 

Bahkan di awal mula kelahiran MTV, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut sampai membiayai pembuatan video klip lagu “Thriller” milik Michael Jackson pada tahun 1983. Pembuatan video klip tersebut diharapkan bisa jadi contoh bagi penyanyi lain yang ingin membuat video klip. Tak hanya Michael Jackson, Madonna pun juga pernah didanai oleh MTV untuk menelurkan video klip. Berkat MTV akhirnya video klip telah menjadi bagian dari budaya industri musik yang selalu ditunggu-tunggu.

 

Kehadiran video klip saat ini pun juga tak kalah penting bagi para musisi baik musisi lokal ataupun musisi luar negeri. Apalagi kini untuk menayangkan video klip terbilang mudah. Tak perlu ada kurasi atau semacamnya agar bisa tayang. Cukup dengan memproduksi video klip lalu mengunggahnya secara online. Para penikmat video klip atau para musisi patut berterima kasih berkat platform seperti YouTube mereka bisa menikmati video klip secara mudah.

 

 

Tapi apakah kehadiran video klip kini sama pentingnya dengan kehadiran video klip di masa kejayaan MTV? Jawabannya adalah: Penting!

 

Di era serba digital seperti sekarang, kehadiran sebuah lagu tentu tetap membutuhkan bantuan karya seni lain untuk menyempurnakan sisi estetik hingga daya jual sebuah lagu. Jika dulu para penikmat musik bisa mengumpulkan karya fisik baik berupa kaset, CD, atau piringan hitam yang disertai dengan artwork, kini karena kehadiran platform mendengarkan musik di berbagai layanan streaming, bentuk fisik dari sebuah album ataupun single semakin ditinggalkan.

 

Tak hanya dari sisi penikmat musik, dari sisi para musisi pun tidak digrandunginya lagi karya-karya fisik membuat mereka semakin sulit mendapatkan pemasukan dari karya-karya mereka. Dan di sini lah peran video klip menjadi penting bagi para musisi dan juga penikmat musik.

 

Dari sisi penikmat musik, video klip bisa menjadi penghubung yang menguatkan pesan dari sebuah lagu dari musisi ke para pendengar. Tak hanya itu, berkat pengaruh kuat MTV dulu, video klip pun pasti akan selalu ditunggu ketika seorang musisi mengenalkan lagu baru ke khalayak luas. Jadi akan terasa ada yang kurang bagi penikmat musik jika tidak ada video klip sebagai pelengkap.

 

Seorang sutradara asal Perancis Simon Cahn yang pernah bekerja sama dengan sutradara terkenal abad 21 Spike Jonze, punya analogi yang pas untuk menggambarkan hubungan sebuah lagu dan video klip, begini katanya: “Bagi saya, musik adalah sebuah burger dan video klip adalah paket lengkap dengan kentang goreng dan minuman bersoda.

 

 

Lalu bagaimana jika dilihat dari sisi para musisi? Bagi para musisi, kini kehadiran video klip tak hanya sebagai materi promosi atau penunjang estetis lagu mereka saja. Tapi juga sebagai salah satu sumber pendapatan mereka. Dan YouTube lagi-lagi menjadi penolong mereka. Meskipun begitu, para musisi yang meraih jumlah penayangan banyak saja yang juga mampu mendapatkan pemasukan banyak pula. Sebab pendapatan para musisi dari YouTube bisa diterima sesuai dengan jumlah penayangan video yang diunggah.

 

Kesimpulannya adalah kehadiran video klip benar-benar tidak bisa dipisahkan dari sebuah lagi dan masih merupakan elemen penting di industri musik, baik itu di luar negeri atau pun di tanah air.

 

6 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Chill

OU Chill

Seberapa Penting Kehadiran Video Klip Pada Sebuah Lagu?

Kalau ngomongin soal musik kayaknya nggak lengkap kalau tidak mengaitkan video musik di dalamnya. Kehadiran video musik atau video klip pun bisa jadi daya tarik sendiri untuk kekuatan lagu. Soalnya video klip bukan hanya sebagai materi promosi semata tapi juga menambahkan estetika secara visual untuk sebuah lagu. Bahkan ada beberapa nama musisi yang justru baru…
OU Chill

Melihat Tren Film Horor Indonesia dari masa ke masa

  Film horor Indonesia mungkin merupakan salah satu genre film yang paling banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Lihat saja bagaimana dari Juli 2017 hingga Juni 2018 saja ada 34 judul film horor dengan berbagai subgenre rilis di bioskop. Dari tiga puluhan judul film yang rilis sejak Juli 2017, Pengabdi Setan menjadi salah satu film horor…
OU Chill

Gelora Bung Karno dari Dulu Hingga Kini

Kayaknya keseruan Asian Games 2018 nggak abis-abis yah. Meski pun sudah ditutup tanngal 2 September 2018, rasanya susah buat move on dari keriaannya.   Selama 2 minggu lebih, Gelora Bung Karno, Venue Utama Asian Games 2018 jadi saksi gimana perhelatan empat tahunan ini menyatukan negara-negara di Asia lewat sebuah pesta olahraga yang meriah.   Tapi,…
OU Chill

Kuntz Agus dan Petualangan Melintas Genre

Kalau udah pernah nonton film Republik Twitter (2012) atau Surga yang Tak Dirindukan (2016), pasti kamu nggak asing dengan sutradara ini. Yep, OU Magz berkesempatan untuk ngobrol-ngobrol dengan Kuntz Agus!   Sebelum terjun ke film layar lebar, Kuntz Agus dikenal sebagai sutradara film independen. Berawal dari komunitas film dokumenter yang sering jadi pelariannya dari kuliah…