Kuntz Agus dan Petualangan Melintas Genre

Kalau udah pernah nonton film Republik Twitter (2012) atau Surga yang Tak Dirindukan (2016), pasti kamu nggak asing dengan sutradara ini. Yep, OU Magz berkesempatan untuk ngobrol-ngobrol dengan Kuntz Agus!

 

Sebelum terjun ke film layar lebar, Kuntz Agus dikenal sebagai sutradara film independen. Berawal dari komunitas film dokumenter yang sering jadi pelariannya dari kuliah kedokteran hewan, sampai akhirnya ia bertemu dengan produser Ajish Dibyo.

 

Pertemuan dengan Ajish ini membawa Kuntz pada karya film pendeknya di tahun 2010, berjudul “Marni”. Bercerita tentang Petrus (penembak misterius) yang menjadi momok di tengah masyarakat pada tahun 80an. Petrus bisa jadi alasan kenapa orang Indonesia takut punya tato pada saat itu. Karena mereka yang tubuhnya berhias tato biasanya dianggap preman yang harus dibasmi demi “keamanan bersama”. Sayangnya tindakan ini, tidak melalui proses pengadilan terlebih dahulu, jadi banyak warga tak bersalah menjadi korban hanya karena tubuhnya berhias tato. Marni, si tokoh utama pun berusaha melindungi sang suami yang bertato agar tidak jadi sasaran para penembak misterius.

 

Nggak lama setelah itu, Kuntz merilis film layar lebar pertamanya yang berjudul “Republik Twitter” di tahun 2012. Awalnya film yang satu ini memiliki cerita yang nggak jauh dari film “Marni”, yaitu intrik politik. Tapi karena ini merupakan film bioskop pertamanya, mau nggak mau harus ada pengubahan dari tema awal. Film yang ringan, mudah dicerna dan dekat dengan para penonton adalah tiga hal yang jadi pertimbangan Kuntz. Maka, romansa, komedi berbumbu fenomena sosial lah yang diangkat.

 

Tahun 2016, Kuntz kembali dengan karyanya yang mampu menyentil topik sensitif, yaitu Poligami lewat “Surga yang Tak Dirindukan”. Film produksi MD Pictures ini pun disebut sebagai film yang nggak kaya film religi kebanyakan, menceritakan sudut pandang perempuan yang dipoligami secara jujur, dan betapa poligami merupakan perkara yang berat dalam Islam. Hingga diibaratkan sebagai sebuah surga yang tak dirindukan.

 

Nah di tahun ini, Kuntz Agus sudah siap dengan kejutan film terbarunya, yang berjudul “Petualangan Menangkap Petir”. Agak beda nih dengan film-film Kuntz Agus lainnya. Film ini adalah film anak-anak yang mengangkat persahabatan dan digital parenting sebagai tema besar. Mengambil setting di Boyolali yang juga merupakan kota Kelahiran Kuntz.

 

Ini juga pertama kalinya Kuntz bekerja sama dengan aktor anak-anak. Waktu ngobrol-ngobrol sama OU sih Kuntz mengaku nggak ada kesulitan yang berarti, karena mereka cukup mudah untuk di-direct.

 

Best of luck untuk Kuntz Agus! Buat kalian yang masih penasaran dengan karya-karya Kuntz Agus lainnya, atau ingin tau portfolio Kuntz, yuk buruan follow Instagramnya di @kuntzagus!

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Chill

OU Chill

Seberapa Penting Kehadiran Video Klip Pada Sebuah Lagu?

Kalau ngomongin soal musik kayaknya nggak lengkap kalau tidak mengaitkan video musik di dalamnya. Kehadiran video musik atau video klip pun bisa jadi daya tarik sendiri untuk kekuatan lagu. Soalnya video klip bukan hanya sebagai materi promosi semata tapi juga menambahkan estetika secara visual untuk sebuah lagu. Bahkan ada beberapa nama musisi yang justru baru…
OU Chill

Melihat Tren Film Horor Indonesia dari masa ke masa

  Film horor Indonesia mungkin merupakan salah satu genre film yang paling banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Lihat saja bagaimana dari Juli 2017 hingga Juni 2018 saja ada 34 judul film horor dengan berbagai subgenre rilis di bioskop. Dari tiga puluhan judul film yang rilis sejak Juli 2017, Pengabdi Setan menjadi salah satu film horor…
OU Chill

Gelora Bung Karno dari Dulu Hingga Kini

Kayaknya keseruan Asian Games 2018 nggak abis-abis yah. Meski pun sudah ditutup tanngal 2 September 2018, rasanya susah buat move on dari keriaannya.   Selama 2 minggu lebih, Gelora Bung Karno, Venue Utama Asian Games 2018 jadi saksi gimana perhelatan empat tahunan ini menyatukan negara-negara di Asia lewat sebuah pesta olahraga yang meriah.   Tapi,…
OU Chill

Kuntz Agus dan Petualangan Melintas Genre

Kalau udah pernah nonton film Republik Twitter (2012) atau Surga yang Tak Dirindukan (2016), pasti kamu nggak asing dengan sutradara ini. Yep, OU Magz berkesempatan untuk ngobrol-ngobrol dengan Kuntz Agus!   Sebelum terjun ke film layar lebar, Kuntz Agus dikenal sebagai sutradara film independen. Berawal dari komunitas film dokumenter yang sering jadi pelariannya dari kuliah…